Posts

Showing posts with the label family

The Story Behind "Cuan"-Life Management

Image
Pulang sekolah bareng papa diajak mampir sebentar ke ATM. Tiba-tiba ketika kelihatannya beliau mau tarik tunai, yang gue lihat dia cuma bengong. Terdiam, terpaku depan mesin ATM. Frozen ("let it gooo~"  hee...bukan yaa, saudara 🥲).  Saat itu gue gak ngerti apa-apa. Bahkan memori yang tersisa ya cuma peristiwa di depan mesin ATM itu. Pas pulang ke rumah gue tetep gak ngerti apa-apa. ----- Itu memori yang masih diingat sampe sekarang, ketika itu gue masih duduk di bangku SMA. Sekian tahun berikutnya, akhirnya gue ngerti apa yang terjadi. Tahun 2021 merupakan masa awal gue menyadari bahwa "gue hidup". Lha emang selama ini mati? Bukan, bukan, wkwk 😅. Gue akhirnya menyadari bahwa gue punya kehidupan yang harus gue urusin dan pertanggungjawabkan. Means, (harusnya) no longer under my parents' control, harus mulai belajar mandiri, belajar mempertimbangkan dan membuat keputusan. Ya intinya bertanggung jawab lah sama hidup. Pemikiran ini datang ketika gue lagi tantrum-t...

She's Clueless Now, Don't Know What To Do

Image
Is this the rainbow I want to see? Hai. Ummm... Sekarang jam 05:25 versi jam laptop gue. Tadi kebangun sekitar jam 4 pagi, ke toilet, terus susah tidur lagi. Akhirnya gue memutuskan untuk ngerjain sesuatu yang bisa gue kerjain--lagi ngerapihin icon highlight buat Instagram. Terus ketika iseng scrolling-scrolling  konten yang pernah gue bikin, tibalah pada konten banjir 2020. Ada 2 perasaan berbeda yang dirasakan sekaligus: bersyukur dan panik. Bersyukur karena banjir 2020 memberi gue banyak bukti bahwa pertolongan Tuhan gak pernah terlambat. Udah gitu gue diajarin juga bahwa gak ada yang salah dengan meminta tolong, plus gak usah gengsian jadi orang. Namun, paniknya adalah: masalahnya rumah gue progress  renovasinya memang tidak sekilat dan secepat tetangga-tetangga sekitar. Kalo kalian main ke rumah gue, rumah kiri, kanan, dan depan itu udah membumbung tinggi semua. Sampe rumah gue tuh (menurut pengamatan gue ya) susah banget dapet matahari pagi. Dapetnya pas matahari udah ti...

Tidak Mau Menyerah pada Keadaan

Image
Photo by Oliver Hihn on Unsplash Rasanya ingin sekali berkata: "Itu kan pasangan hidupmu, Pa! Papa yang milih dia untuk menjadi istri, terimalah semua baik-buruknya." Sebuah ujaran yang ingin sekali aku lontarkan setiap kali beliau curhat tentang sikap mama yang begini dan begitu. Well,  awalnya aku masih setia mendengar dan memberi masukan. Lama-lama, aku mulai kelelahan dan mencapai batas maksimalku sebagai seorang anak yang memberi nasehat pada orang tua terkait relasi rumah tangga suami-istri. Wait... ini gak kebalik?? Bukannya harusnya orang tua yang memberi contoh pada anak bagaimana harusnya menjalani kehidupan berumah tangga? Hey, aku masih single.  Lajang. Pacaran aja belum, apalagi menikah. Terus kenapa harus aku yang terus-menerus menjadi "konselor" buat rumah tangga mereka?! Pada kesadaran inilah aku mulai merasa capek dan lelah. Beberapa waktu yang lalu akhirnya aku menyadari bahwa sepertinya aku terlalu dalam dan larut mencampuri masalah rumah tangga ...

At Home, But Not Feeling At Home

Image
Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash I'm trying to be logic here. Menjadi jujur bukanlah sesuatu hal yang mudah. Mungkin kitanya jujur, tapi orang lain tidak bisa terima. Sebaliknya, ketika orang lain jujur, tapi kitanya yang tidak bisa terima. Sehingga seringkali kita terjebak pada ketidakjujuran karena takut menimbulkan konflik antar sesama. Cuman, pertanyaan yang mucul dalam kepalaku adalah: sampai sejauh mana kita harus sejujur itu? Dan kepada siapa kita harus jujur? Apakah mengemukakan kejujuran juga perlu hikmat dan kebijaksanaan? Bagiku pribadi, dalam fase hidupku saat ini aku lebih memilih untuk jujur pada Tuhan dan diriku sendiri. Well , ya mencoba jujur juga pada orang-orang terdekatku tapi sepertinya lingkungan dan diri ini belum siap untuk menerima segala kejujuran satu sama lain. Jadilah aku mengambil waktu dulu untuk lebih melatih jujur pada Ilahi dan juga diri ini. Termasuk mencoba jujur di ranah publik macem blog seperti ini. Yah, ini memang butuh keberanian in t...