Posts

Showing posts with the label Relationships

Berelasi. Dekat. Tapi 'Let Go'.

Image
Beberapa bulan belakangan ini gue lagi banyak belajar hal baru tentang: relasi. Relasi antar manusia yang unik, dinamis, dan kompleks. Setelah mengalami sendiri berbagai macam dinamika yang terjadi dalam relasi, gue pun menangkap pola yang sama ternyata dialami juga sama kebanyakan orang. Maksudnya, dinamika dalam relasi tuh ya gak cuma gue doang gitu yang ngalemin. Seluruh umat manusia di dunia juga mengalami. Cuma bentuk dinamika dan gimana cara masing-masing orang meresponinya itu aja yang beda-beda. Ada temen yang cerita di tempat kerjanya dia kayak dianggep anak gitu sama bosnya. Saking "dianggep anak", akhirnya yang kerasa sama si temen gue ini adalah si bos gak ngehargain bahwa anak buahnya tuh punya orang tua kandung juga, lho. Well, gue sebagai pendengar cerita cuma bisa merespon: "Yah mungkin bos lo kepengen punya anak tapi belum bisa, kali. Atau ya personal-relationship-attachment -nya dia tinggi aja ke staf-stafnya. Mungkin." Ada juga temen lain yang cur...

She's Clueless Now, Don't Know What To Do

Image
Is this the rainbow I want to see? Hai. Ummm... Sekarang jam 05:25 versi jam laptop gue. Tadi kebangun sekitar jam 4 pagi, ke toilet, terus susah tidur lagi. Akhirnya gue memutuskan untuk ngerjain sesuatu yang bisa gue kerjain--lagi ngerapihin icon highlight buat Instagram. Terus ketika iseng scrolling-scrolling  konten yang pernah gue bikin, tibalah pada konten banjir 2020. Ada 2 perasaan berbeda yang dirasakan sekaligus: bersyukur dan panik. Bersyukur karena banjir 2020 memberi gue banyak bukti bahwa pertolongan Tuhan gak pernah terlambat. Udah gitu gue diajarin juga bahwa gak ada yang salah dengan meminta tolong, plus gak usah gengsian jadi orang. Namun, paniknya adalah: masalahnya rumah gue progress  renovasinya memang tidak sekilat dan secepat tetangga-tetangga sekitar. Kalo kalian main ke rumah gue, rumah kiri, kanan, dan depan itu udah membumbung tinggi semua. Sampe rumah gue tuh (menurut pengamatan gue ya) susah banget dapet matahari pagi. Dapetnya pas matahari udah ti...

Tidak Mau Menyerah pada Keadaan

Image
Photo by Oliver Hihn on Unsplash Rasanya ingin sekali berkata: "Itu kan pasangan hidupmu, Pa! Papa yang milih dia untuk menjadi istri, terimalah semua baik-buruknya." Sebuah ujaran yang ingin sekali aku lontarkan setiap kali beliau curhat tentang sikap mama yang begini dan begitu. Well,  awalnya aku masih setia mendengar dan memberi masukan. Lama-lama, aku mulai kelelahan dan mencapai batas maksimalku sebagai seorang anak yang memberi nasehat pada orang tua terkait relasi rumah tangga suami-istri. Wait... ini gak kebalik?? Bukannya harusnya orang tua yang memberi contoh pada anak bagaimana harusnya menjalani kehidupan berumah tangga? Hey, aku masih single.  Lajang. Pacaran aja belum, apalagi menikah. Terus kenapa harus aku yang terus-menerus menjadi "konselor" buat rumah tangga mereka?! Pada kesadaran inilah aku mulai merasa capek dan lelah. Beberapa waktu yang lalu akhirnya aku menyadari bahwa sepertinya aku terlalu dalam dan larut mencampuri masalah rumah tangga ...

At Home, But Not Feeling At Home

Image
Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash I'm trying to be logic here. Menjadi jujur bukanlah sesuatu hal yang mudah. Mungkin kitanya jujur, tapi orang lain tidak bisa terima. Sebaliknya, ketika orang lain jujur, tapi kitanya yang tidak bisa terima. Sehingga seringkali kita terjebak pada ketidakjujuran karena takut menimbulkan konflik antar sesama. Cuman, pertanyaan yang mucul dalam kepalaku adalah: sampai sejauh mana kita harus sejujur itu? Dan kepada siapa kita harus jujur? Apakah mengemukakan kejujuran juga perlu hikmat dan kebijaksanaan? Bagiku pribadi, dalam fase hidupku saat ini aku lebih memilih untuk jujur pada Tuhan dan diriku sendiri. Well , ya mencoba jujur juga pada orang-orang terdekatku tapi sepertinya lingkungan dan diri ini belum siap untuk menerima segala kejujuran satu sama lain. Jadilah aku mengambil waktu dulu untuk lebih melatih jujur pada Ilahi dan juga diri ini. Termasuk mencoba jujur di ranah publik macem blog seperti ini. Yah, ini memang butuh keberanian in t...

...dan terjadi lagi...

Image
Photo by  Lidya Nada  on  Unsplash Hellow! Yak, entah udah berapa purnama gue gak bacot lagi di blog ini. Bukan, bukan karena terlalu sibuk atau sok sibuk, tapi ya memang lagi tidak ingin menulis saja. Sebenarnya lagi terlalu banyak hal-yang-tak-diinginkan datang bertubi-tubi sejak dari yang terakhir gue nulis. Dan sekarang keinginan nulis itu muncul kembali. Semoga kalian gak sakit mata yah baca curcolan gue kali ini, karena topiknya masih sama aja, masalahnya masih sama aja, dan pihak yang akan kuceritakan pun masih sama aja. Hahaha (getir gitu ketawanya 😅😅😅). --- Photo by  Joseph Chan  on  Unsplash Anyway, kalo gue disuruh milih lagu yang tepat untuk menggambarkan situasi gue kali ini, gue akan nyanyiin lagu Noah yang bagian: "...dan terjadi lagi..." Dah itu aja. Wkwkwk. Ambyar, gaes. Ambruk. Lagi-lagi gue harus mengalami kesedihan yang disebabkan oleh ketidakmampuan gue sendiri dalam menghadapi masalah relasi. E...

Numpahin Isi Diary--Sebuah Keisengan Nemu Tulisan Sendiri

Image
Photo by  Plush Design Studio  on  Unsplash Hai, gaes! 😊 Jadi ceritanya hari ini gue lagi beberes file di laptop karena udah betumpuk banget dari jaman kapan tau 😅 Sekalian gue juga lagi nge- back up beberapa file yang perlu disimpan, dan membuang file yang udah gak diperlukan. Teruuus, tetiba gue sampai pada salah satu folder yang judulnya "CONFIDENTIAL". Gue lupa ini folder apaan yak... Ternyata, pas gue buka isinya adalah beberapa curcolan gue di masa-masa gue memutuskan untuk nganggur sesaat di tahun 2019. Gue geli sendiri sih bacanya 😂😂😂 Ternyata gue mendapat atau mengalami banyak banget pelajaran-pelajaran berharga yang sayang untuk gak gue share di sini. So,  di section "DIARY GOES TO PUBLIC" ini, gue akan meng- copypaste apa yang ada di dalam diary gue secara plek-plekan. Akan ada beberapa informasi yang disensor demi kenyamanan bersama, tapi tetap gak akan gue tambah atau kurangi sedikitpun (gue akan tuliskan hal-hal yang disenso...