Monsters University Image source: https://wallpaperaccess.com/monsters-university Ada yang sudah pernah nonton film " Monsters University "? Kalau belum, aku sarankan jangan membaca tulisan ini sampai habis karena akan ada banyak spoiler di dalamnya ๐ Udah lama sebenarnya pengen nulis tentang film ini. Mmm...jatohnya bukan ke review sih ya, tapi lebih ke sharing pesan yang aku tangkep dari keseluruhan alur ceritanya. Jadi kalau mau kepo lebih lanjut, entah tentang pengisi suaranya kah, tahun rilisnya kah, atau data terperinci lainnya bisa langsung di- gugling sendiri aja yaa ๐ --- Salah satu hal yang bikin aku menyenangi film ini adalah karena mengingatkanku akan masa-masa kuliah dulu. Inget banget gimana waktu jadi mahasiswa baru (maba): tertarik ngeliatin unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang macem-macem, dan super excited di awal-awal perkuliahan terlebih karena kuliahnya di jurusan yang diidam-idamkan (Ilmu Komunikasi), dan tinggal di tempat yang bukan rumah sendiri alias ...
"Tuhan selalu hadir untuk kita, Tuhan selalu menolong kita. Meskipun tentu cara-Nya tidak selalu sama seperti yang kita mau." Kata-kata dalam doa yang di- mention sama pak pendeta ini bikin gue tiba-tiba berlinang air mata. Gak biasanya gue berdoa pas ibadah Minggu di gereja sampe nangis; tapi kali ini denger 2 kalimat itu langsung basah pipi gue. Why? "...tentu cara-Nya tidak selalu sama seperti yang kita mau." Lebih mudah percaya kalau Tuhan pasti akan menolong kita, tapi butuh bergumul dan merenung kembali (bagi gue pribadi) untuk percaya bahwa jenis pertolongan Tuhan gak sama dengan ekspektasi/harapan gue. --- Lately gue lagi belajar lagi tentang memasang ekspektasi. Dari tahun ke tahun gue sering dapet pelajaran berharga terkait ekspektasi pribadi terhadap berbagai hal. Seringkali, ekspektasi ini membuat gue jadinya membuat 'skenario hidup' sendiri yang menurut gue itu terbaik buat gue. Sampai pada tahap yang lebih ngotot ya gue jadi ngerasa "renc...
I'm always think big. Dream big. Expecting things. But now I realize that maybe sometimes we just need to take a small step and get things done. Perhaps...there are times that we don't need to think big or too expecting things. Look around. There must be something good even in something that we consider "small" or even "unseen" or "taken for granted-things". (This writing came up every time I said: "God, I'm tired.")
Photo by Ochir-Erdene Oyunmedeg on Unsplash Terlalu fokus dengan hidup orang lain. Sebuah kondisi yang tiba-tiba terlintas di benakku ketika bangun di pagi hari ini. Melihat beberapa dekade ke belakang ( wait... ini umur emang udah berapa? Tua amat sepertinya ๐), aku menyadari bahwa seringkali aku terjebak pada memfokuskan pandangan pada hidup orang lain. Hidup mereka seperti ini, berbeda denganku. Apakah hidupku salah? Hidup mereka seperti itu, kok aku tidak begitu ya? Ketika pencarian jati diri dan karakter pribadi makin kulakukan secara sadar, pertanyaan-pertanyaan itu makin terdengar keras di dalam benakku. Bahkan seringkali peribahasa "rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri" ini terngiang di pikiran. Akhirnya, membandingkan kehidupan pribadi dengan hidup orang lain menjadi hal yang tak aneh lagi untuk dilakukan. Pembandingan yang dibuat bukan hanya mencakup soal materi, tapi juga soal karakter, pencapaian dalam hidup, hubungan relasi dengan orang lain, dan ban...
Photo by Simon Maage on Unsplash Sebuah pertanyaan untuk diri sendiri saat work-from-home (WFH) hari ini... --- Hari ini gue kembali dapet jadwal WFH. Sebenernya, PSBB jilid 2 ini gak ngaruh-ngaruh amat ke kebijakan pekerjaan kantor. Pertama, kantor kami itu bentuknya rumah kontrakan gitu. Bukan gedung yang akses masuknya perlu nge- tap kartu identitas karyawan. Kedua, gue bekerja di sebuah perusahaan yang baru banget berdiri alias start-up . Tim manajemen-nya aja cuma berempat, jadi kalo meeting koordinasi pun ya ketemunya 4L: Lo Lagi Lo Lagi. Hahaha. Maka dari itu, kebijakan WFO:WFH di kantor gue tetap 4:2. 4 hari ngantor, 2 hari kerja di rumah, dengan sistem shift . Ditambah lagi dengan kebijakan jadwal dan ketersediaan transportasi yang enggak berubah-ubah amat. Transjakarta tetap beroperasi hingga jam 22:00. Ojek daring pun tetap bisa diakses. Gak ada lagi alasan gue untuk ogah-ogahan ke kantor karena semuanya telah tersed...
Comments
Post a Comment
Thank you for your comment! :D