Jumat, 26 September 2025 02:30

Due to depression, gue sekarang lebih memilih untuk bangun di malam hari dan tidur saat matahari sudah terbit.

Entah mengapa, rasanya malam hari menjadi momen yang menakutkan buat gue.
Rasanya kayak mau mati aja.
Rasanya kehilangan harapan.
Rasanya kayak gak punya tujuan hidup.

But...realizing that I'm still alive just after I woke up, every single morning (or afternoon), I think switching my sleep routine is better for now.
At least until I find a new job and get my daily routine back.

Comments

Popular posts from this blog

Berelasi. Dekat. Tapi 'Let Go'.

How I Deal with My Own 'Self-Blame' Feeling

"Kamu hobinya apa?" | "Kerja."

ใฏใ˜ใ‚ใพใ—ใ‚‡ใ†!๐Ÿ˜Š(ๅ…ˆ็”Ÿใฎ่ณ›ๆˆ๐Ÿ‘๐Ÿป๐ŸŒŸ)

KENDALI - Part 1: Siapa yang Pegang Kemudi?

Sedang dalam Mode "Bertanggung Jawab"

Hidup Menjadi Seorang Perempuan INFJ

The Useless Thing

7 Tahun Kerja, Udah Ngapain Aja? (part 2)