Posts

Ketika Pekerjaan Tak Hanya Sebatas Cari Uang dan Kerja Kantoran

Image
Photo by  Marten Bjork  on  Unsplash (Tulisan ini telah tayang pertama kali di situs  WARUNGSATEKAMU.ORG  dan telah melewati proses penyuntingan oleh tim editorial) --- Bagiku sukacita adalah ketika aku mendapatkan apa yang aku inginkan; semua keinginanku terpenuhi, semua ekspektasiku terjadi. Aku pikir, sukacita itu hanya identik dengan perasaan senang saja. Nyatanya, tidak selalu demikian. Termasuk dalam hal pekerjaan. Aku memulai karirku sebagai  marketing  di sebuah bisnis restoran. Restoran tersebut merupakan tempat favoritku untuk nongkrong bersama teman-teman semasa kuliah. Ketika mengetahui bahwa aku diterima bekerja di sana, rasanya senang dan sangat bersyukur. Selain karena tempat itu adalah restoran favoritku, aku juga senang karena bisa merasakan bagaimana sensasi menjadi seorang pekerja setelah lulus dari universitas. Awalnya semua terlihat menyenangkan. Aku juga berpikir bahwa aku akan bertahan sangat lama bekerja di bisnis restoran favor...

Menyesal: Gak Bisa Dihindari, tapi Bisa Dihadapi

Image
Photo by  Henry Be  on  Unsplash (Tulisan ini telah tayang pertama kali di situs  WARUNGSATEKAMU.ORG  dan telah melewati proses penyuntingan oleh tim editorial) --- Menjadi orang yang minder dan kurang percaya diri membuatku sering kesulitan saat membuat pilihan dalam hidup ini. Bukan hanya pilihan dalam ruang lingkup besar dan krusial, tapi juga pilihan 'sepele' dalam kehidupan sehari-hari. Semisal: aku harus pakai baju apa hari ini agar terlihat bagus? Aku harus naik transportasi apa supaya tidak terlambat sampai kantor dan tidak ditegur atasan? Jawaban apa yang harus kuberikan pada temanku yang sedang curhat tanpa harus menghakimi atau melukai hatinya? Takut salah.  Dua kata yang aku sadari benar-benar terjadi dalam membuat pilihan di hidupku sehari-hari. Aku takut salah mengambil langkah dan berujung pada kerugian, baik untuk diriku sendiri maupun orang lain.  Aku takut menyesal.  Bagiku, rasa penyesalan itu rasanya menyakitkan. Tidak enak. Wa...

Tetesan Air dan Cerita

Image
Photo by  Mike Kotsch  on  Unsplash Gue suka banget sama hujan. Hujan buat gue enggak cuma sebuah fenomena alam biasa, tapi sebuah momen di mana gue bisa merasa lebih tenang. Tentu, gue bersyukur juga untuk musim panas yang Tuhan anugerahkan. Cucian baju bisa cepet kering yekan kalo panas. Hanya jika ditanya lebih suka hujan atau panas, gue akan memilih hujan,  meskipun ...hujan pun bisa membawa bencana banjir yang jadi "langganan" dateng ke rumah gue kalo dia datengnya rame-rame, keroyokan, dan menghabiskan waktu berjam-jam, seperti yang terjadi di awal tahun 2020 ini. Walaupun demikian, gue tetap enggak akan merubah kesenangan gue terhadap hujan. Ketika hujan turun, gue pasti otomatis langsung nengok ke jendela. Antara ngecek apakah ada cucian yang belum diangkat, atau ngecek seberapa besar intensitas hujannya turun, atau juga cuma sekadar menikmati turunnya butiran-butiran air dari langit. Bukan cuma air yang dilihat, tapi juga langit berwarna kelabu yang tertutup...

Dare To Crush The Shame -- Berani Menghancurkan Rasa Malu

Image
Photo by  Austin Kehmeier  on  Unsplash Pernah gak sih kalian ngerasa bahwa menjadi pendengar cerita orang lain itu jauh lebih "aman" dan nyaman dibanding menceritakan cerita kita sendiri pada orang lain? Pernah gak ngerasa lebih sulit bercerita daripada mendengar cerita? Gue pernah. Rasanya tuh baik hati aja gitu kalo lebih banyak mendengar daripada bercerita. Rasanya lebih senang kalau ada orang mau cerita sama gue, karena gue ngerasa berarti dan dibutuhkan sama mereka, yaaah  at least  diri ini gak sampah-sampah amat lah. Itu tendensi motivasi gue yang disadari. Dan apa alasannya gue lebih senang mendengar daripada bercerita? Pertama, gue ngerasa cerita gue gak  worthed . Sampah. Untuk apa juga nyeritain cerita sampah ke orang lain--entah itu pergumulan pribadi, masalah, perasaan--itu semua gue anggep sampah dan gak guna untuk diceritakan ke orang lain. Kedua, kalo nyeritain cerita sendiri, gue ngerasa lagi  self-pity.  Ada intimidasi di pikira...

Celotehan Hati ke Teman-Teman Dekat (karena kalau lewat chat kepanjangan, heu)

Image
Photo by  Billy Pasco  on  Unsplash Insecure . Merasa tidak aman dan berbahaya. Mungkin sensasi atau perasaan macam ini sangat lazim dialami oleh manusia dengan karakter pendiam, tertutup, pemalu, dan sejenisnya, ketika berelasi dengan orang lain. Gak heran orang seperti ini akan memiliki teman yang sangat sedikit--lebih tepatnya teman terpercaya yang sangat sedikit. Karena enggak semudah itu untuk mempercayakan kisah hidup "sampai ke dalam-dalam" kepada orang lain (bahkan untuk beberapa orang sangat sulit juga untuk terbuka dengan keluarga intinya sendiri). Terbuka . Menjadi kata kunci penting ketika kita mulai percaya dengan orang lain. Percaya bahwa orang (atau orang-orang) tersebut akan  menerima  kita dan juga kisah-kisah yang akan kita sampaikan. Tapi sampai batas apa orang boleh membuka kisah hidupnya pada orang lain? Ya gak ada aturan baku dan saklek, sih. Sejauh kedua pihak tersebut sama-sama sepakat untuk: Oke, saya akan belajar berani untuk membuka ki...

Mengungkap Rasa Malu dalam Bentuk Mengasihani Diri

Image
Photo by  Joshua Reddekopp  on  Unsplash Enggak ada yang nanyain kabar aku. Enggak ada yang peduli sama keadaanku sekarang. Enggak ada yang secara aktif inisiatif nanyain kondisiku lagi gimana saat ini. --- Self-pity.  Mengasihani diri. Mungkin itulah kondisi hatiku yang sebenarnya sedang terjadi saat ini. Aku juga lagi gak paham sih, ada apa ya sama diriku dalam beberapa waktu terakhir ini? Rasanya lebih  bad mood,  males ngerjain hal yang produktif, lebih suka tidur-tiduran sampe ketiduran beneran, main  game , lebih suka makan dan ngemil yang banyak tanpa peduli sama kondisi fisik yang gak banyak gerak, gitu-gitu deh. Padahal jika dibandingkan dengan beberapa waktu sebelumnya, aku ngerasa  on fire  sekali ngerjain banyak hal. Mulai dari nulis artikel untuk sebuah media anak muda Kristen, bikin konten buat blog dan Instagram, bikin ide-ide strategi marketing buat kerjaan kantor, ngubungin orang-orang untuk nanya kabar mereka apakah mereka b...

Melihat Ulang Tahun Dari Sudut Pandang Berbeda

Image
Photo by  Lidya Nada  on  Unsplash (Tulisan ini tayang pertama kali di Instagram Story @atnisirc pada rubrik highlight 'Story Series') --- Ulang tahun. Tahun yang berulang(?) Sebuah pengulangan dari tahun(?) Orang Indonesia sering bilangnya: 'pertambahan usia'. Kalo di bahasa Inggris istilahnya:  BIRTHDAY. Birth =  kelahiran Day =  hari Birthday =  hari kelahiran. Lha emang bisa hari kelahiran diulang-ulang? Sebenarnya ulang tahun tuh apa sih? Perayaan? Atau cuma budaya? Atau jangan-jangan cuma dongeng buatan rangorang kreatip? --- Dapet kado yang banyak. Ngerayain pesta pake baju yang bagus. Dihadiri sejumlah orang-orang pilihan yang  disayangi  disenangi. Bersenang-senang, itu intinya. Sebuah harapan dan keinginan dari seorang perempuan yang minderan, rendah diri, temennya dikit, dan kadang ngerasa gak berguna ada di dunia ini. Sebuah harapan dan keinginan yang terpendam  at least  sampai dia berusia 17 tahun. --- Photo by  M...