Posts

KENDALI - Part 2: Lewat Jalan Mana Nih?

Image
Salah satu rutinitas baru gue sebagai warga kantoran (lagi) adalah: memilih rute pergi dan pulang kantor. Biasanya, demi pengelolaan finansial yang lebih efektif, efisien, dan tentunya ekonomis, gue akan memilih rute naik transportasi umum. Namun ada masa di mana gue lagi kelelahan banget, mager berdiri di TJ/MRT, jadi kadang gue suka minta jemput sama cowok-cowok yang beda tiap harinya (a.k.a. babang greb atau goje 😅😂). Gue suka banget naik motor, dibonceng, dan menempuh perjalanan jauh. Waktu tahun lalu masih kerja di area Karawaci, gue beberapa kali menempuh perjalanan otw pulang-pergi naik ojol. Costly, memang, tapi gue "membayar" pemandangan dan momen-momen merenung. Gatau ya, bagi gue paling enak dan nyaman itu merenung di dalam perjalanan menggunakan motor, bukan transportasi umum. Mungkin karena berasanya lebih 'private' kali ya; ditambah nikmatin angin sepoi-sepoi yang bikin muka adem, jadi seru aja gitu perjalanannya. --- Nah, dalam konteks per-otw-an naik...

KENDALI - Part 1: Siapa yang Pegang Kemudi?

Image
Beberapa hari yang lalu, gue balik ngantor naik Transjakarta. Waktu itu lagi hektik banget di kantor, jadwal padet, banyak deadline, banyak rapat, jadi rasanya energi sisaan cuma bertahan buat otewe pulang. Nah, buat yang relate dengan aktivitas 'naik TJ', pasti ngerti lah ya rasanya terguncang sesekali di dalam bus. Namanya juga transportasi darat yekan, pasti ada aja jegluk-jegluknya (apa coba 😅). Saat itu gue duduk di area penumpang umum, atau yang selain Area Khusus Wanita, karena tempat duduknya ngadep depan, bukan nyamping. Gue lagi pengen tidur banget, jadi butuh duduk deket jendela biar bisa senderin kepala. Di tengah perjalanan, gue sempet cemas karena guncangannya si TJ lumayan agak ganggu. Sebenarnya seperti yang gue mention di atas lah ya, naik TJ itu udah pasti siap dengan guncangan-guncangan yang ada. Cuman mungkin waktu itu kondisi gue lagi lelah banget, jadi yang ada malah insekyur. "Ini kenapa ya sama busnya? Gak ada kendala teknis kan? Apa jangan-jangan ...

이 노래가 나의 지금 좋아하는 것을이다 🎵🩷

"축가" - 그냥 feat. 원필 (DAY6) 가끔 너의 곁에서 널 바라보면 사랑을 조금 알 것만 같아 나의 하루엔 늘 네가 있고 나의 모든게 널 닮아가는게 너와 함께 나눈 모든 순간이 선물처럼 다가온거야 그저 네 곁에서 널 품에 안고 이 행복을 간직하고 싶어 눈부시게 아름다운 너와 변함없는 우리 모습들을 저기 저 별들도 기억할거야 누구보다 너를 사랑해 행복했던 수많은 밤들이 문득 그리워지는 날엔 따뜼한 기억만 꺼내보자 지금 오늘의 우리처럼 항상 곁에서 널 바라보며 사랑한다고 말해줄거야 시간이 흐르고 모든게 변해도 꼭 잡은 너의 손 놓지 않을게 우리 함께 나눈 모든 순간이 선물처럼 다가온거야 항상 네 곁에서 널 품에 안고 이 행복을 간직하고 싶어 눈부시게 아름다운 너와 변함없는 우리 모습들을 저기 저 별들도 기억할거야 누구보다 너를 사랑해 행복했던 수많은 밤들이 문득 그리워지는 날엔 따뜻한 기억만 꺼내보자 지금 오늘의 우리처럼 함께 걷는 수많은 날들이 항상 행복할 수 있게 따뜻한 기억만 채워가자 지금 오늘의 우리처럼

NIKAH

Image
“Ma, aku mau nikah.” “Oh yaudah. Ada pasangannya?” “Belum sih.” “Yee gimana.” “Abis temen-temenku udah, aku belum.” “Apanya?” “Nikahnyaaaa. Temen-temenku udah pada nikah, bahkan ada yang udah punya anak, tapi hidupku masih gini-gini aja.” “Ya terus?” “Ya makanya aku mau nikah jugaaa.” Wanita berusia kepala lima itu menghela nafas sejenak sebelum merespon putri bungsunya. “Terus kalau udah nikah, hidup kamu jadi bebas masalah?” Lala terdiam. Dia tak pernah memikirkan keterkaitan antara menikah dan masalah dalam kehidupan. “Ya tapi kan aku seenggaknya jadi gak kalah sama temen-temenku.” “Kamu lagi lomba balap karung?” Mereka terkikik geli. “Kok jadi lomba balap karung sih, Ma.” “Soalnya perkara nikah itu gak kayak lomba, La. Gak ada satu garis finish yang sama buat semua orang. Gak ada yang menang atau kalah. Inget gak momen wisuda kamu waktu itu?” “Inget.” “Berjuang banget kan pengen lulus? Begadang, bolak-balik bimbingan, ngelarin skripsi demi bisa dapet gelar, terus wisuda. Hari-H kit...

"Kamu hobinya apa?" | "Kerja."

Image
Anjir, beneran??? 🤣🤣🤣🤣🤣 --- Pekan lalu gue ketemuan sama salah satu kakak mentor yang (hingga saat ini) menolong gue berproses menemukan dan menggali potensi-potensi dalam diri. Sebagai perempuan muda yang terlampau sering clueless dalam hidupnya, dan juga yang terlampau sering mengemukakan narasi-narasi negatif terhadap diri sendiri, rasanya mencari tahu tentang potensi diri sendiri itu menjadi hal yang sulit sekali bagi gue. Belum lagi ditambah rasa minder, ngebanding-bandingin diri sendiri dengan orang lain, suka melihat atau memandang diri dari sudut pandang si crush  ( like: "Apakah dia akan menyukaiku jika aku seperti ini-itu?" --pfftt), dan fokus yang cukup berlebihan pada aspek kelemahan diri. Jadilah, akhirnya gue meminta pertolongan orang lain untuk membantu gue bisa menilai dan melihat diri secara lebih obyektif. Bersyukur banget ternyata orang-orang kayak mentor, psikolog atau terapis atau konselor atau apapun itu namanya, dikasih karunia khusus untuk bisa ba...

Merenungkan Perjalanan 7 Tahun Berkarir Sebelum Memasuki Usia 30

Image
7 tahun kerja sebagai role yang kurang lebih serupa, ternyata membuat gue merenung dan berpikir ulang lagi belakangan ini: Apakah peranan tersebut benar-benar sesuatu yang Meista kerjakan dari hati? Atau jangan-jangan peranan tersebut Meista lakukan berdasarkan motivasi 'sekadar cari uang'? Gue menyadari bahwa realita kehidupan memang seringkali membuat idealisme jadi turun tahta. Maksudnya, sesederhana gue sampe gak tau mimpi dan cita-cita gue apa dalam berkarir karena sejak awal kerja yang gue pikirin cuma: Gimana caranya cari duit biar gak ngerepotin orang tua lagi Gimana caranya gue punya penghasilan sendiri dan gue tetap bisa memberi dari apa yang gue punya Gimana caranya gue bantuin papa untuk renov rumah --> dan ini mengarahkan gue untuk selalu nyari kerja yang prospek gajinya tinggi Menjadi seorang marketing dan pelaku media sosial selama 7 tahun berkarir ternyata membawa gue pada sebuah pemahaman terhadap diri sendiri bahwa: gue suka dengan role ini bukan karena gue...
Image
AKAR asal mula; pokok; pangkal; yang menjadi sebab(-sebabnya). (Sumber: KBBI Daring) --- "Gue pengen punya pacar/pasangan yang lebih tua dari gue." "Kenapa harus gitu?" "Biar gue punya abang. Wkwkwk. Karena gue gak akan pernah punya kakak laki-laki, jadi mungkin gue bisa wujudkan keinginan ini di pasangan hidup gue nanti." "Tapi usia lebih tua belum tentu lebih dewasa karakternya loh, Mei." "Iya, bener. Gue udah membuktikan itu kok. Tapi gue bisa ngerasa kok mana yang bisa gue jadikan abang mana yang engga, terlepas dari usianya lebih tua, seumur, atau lebih muda dari gue. Ya intinya sebenarnya sosok dan karakteristik abangnya sih yang gue cari, terlepas dari umurnya." Sebuah percakapan ringan dengan seorang teman yang menyingkapkan salah satu impian terbesar gue dalam hidup: punya pasangan yang sekaligus bisa jadi kakak laki-laki. --- Ada yang bilang...katanya hal-hal yang kita pilih dalam hidup, atau keputusan-keputusan yang kita ambi...

Sedang dalam Mode "Bertanggung Jawab"

Image
Menyadari ada sinyal-sinyal dari dalam diri yang membuat gue harus mengambil keputusan, inilah beberapa hal yang harus gue pertanggung jawabkan: 1. Sekarang gue akan bertanggung jawab atas pilihan "ingin mengenal seseorang" dan mendoakan orang tersebut selama kurang lebih 2 tahun terakhir. Dan kini, gue akan kembali bertanggung jawab untuk memutuskan bahwa gue harus menghentikan semuanya. Menghentikan fokus doa dan hati untuknya, membatasi akses komunikasi, dan membatasi ruang gerak kerjasama yang akan kembali memicu interaksi. Sudah cukup bagi gue 2 tahun membuka hati dan kesempatan lebar-lebar namun semuanya terasa begitu kering dan tidak bertumbuh. Sebuah proses yang tidak berjalan baik dan pastinya tidak memenuhi ekspektasi saya. 2. Sekarang gue akan bertanggung jawab atas pilihan pekerjaan yang gue tanda tangani kontraknya. Meski ternyata di awal penandatanganan kontrak gue sempat punya naluri bahwa ada sesuatu hal yang "kurang rapi" di sini, tapi karena gue bu...
We cannot simplify things that cannot be SIMPLIFIED. Bodoh sama gak bijak itu beda tipis, paham?!

Hidup Menjadi Seorang Perempuan INFJ

Image
"Gue gila ya?" "Gue mengidap penyakit gangguan jiwa ya?" "Gue terlalu berekspektasi ya?" "Gue terlalu bucin ya?" "Gue terlalu baperan ya?" "Kok gue ngerasa kayak jadi orang aneh bahkan di kalangan rekan, teman, atau circle terdekat sih?" ...dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan membingungkan tatkala gue ngerasa apa yang gue rasakan, alami, pikirkan, itu seperti tidak relatable dengan orang-orang lain, termasuk mereka-mereka yang, gue consider , sebagai orang-orang terdekat gue. Berkali-kali sedih dan kecewa sehingga menyalahkan keadaan serta orang-orang, ternyata gue seringkali lupa bahwa gue memang diciptakan "berbeda". Yup, masing-masing kita memang tentu diciptakan berbeda satu sama lain. Kita diciptakan dengan "spek" -nya masing-masing dan gak ada satupun manusia yang identik dengan seorang manusia lainnya. Ketika gue menyadari bahwa gue memiliki kepribadian INFJ menurut alat ukur kepribadian yang...