Mendingan Jujur Tapi Nyakitin, Atau Bohong Tapi Lama-Lama Tetep Nyakitin Diri Sendiri? (sungguh sebuah judul yang amat panjang)
Photo by Sean Sinclair on Unsplash (elah, panjang bener judulnya... 😂) Jujur. Ngomongin soal kejujuran, gue gak inget udah berapa kali ngerasa terluka, insecure, dan hati perih akibat melakukan hal ini: menyatakan kejujuran. Apalagi di tengah-tengah dunia yang penuh tuntutan ini yekan, menjadi jujur itu menjadi tantangan tersendiri buat gue. Kenapa sih harus jujur di saat kita bisa bersandiwara? Kenapa harus milih jujur di saat bohong itu jauh lebih aman dan gak nyakitin? Ini pertanyaan pribadi yang sempat gue tanyakan pada diri sendiri. Untuk apa ya gue jadi diri gue yang apa adanya di kala mungkin dunia tidak akan terima itu? Untuk apa gue menjadi Meista yang otentik dan senang belajar, padahal yang dunia ini butuhkan adalah Meista yang harus memenuhi ekspektasi dunia? Untuk apa? Jawaban gue cuma 1: gue capek . Gue capek dan lelah banget memenuhi ekspektasi dunia, jujur aja--tuh ini aja udah jujur, wkwkwk 😂😂😂. Gue capek untuk kehilangan diri gue sendiri di saat gue berusaha ker...





Comments
Post a Comment
Thank you for your comment! :D