Photo by Lukas Stoermer on Unsplash Jakarta. Jumat, 27 Mei 2016 Malam itu (harusnya) jadi salah satu malam membahagiakan buatku. Bayangin aja: hanya dalam 1 malam aku bisa menyaksikan secara langsung 2 grup musik favorit sepanjang masa. Kahitna dan Yovie and Nuno . Dua grup musik besutan Yovie Widianto yang aku idolakan sejak kecil sampai sekarang. Bahkan kini gaya musik Yovie Widianto menjadi salah satu inspirasiku dalam bermain piano dan mencari aransemen--ini cukup menjelaskan mengapa di beberapa kesempatan pelayanan menjadi pemusik agaknya aransemennya rada ke-Kahitna-Kahitna-an. Hahaha ✌😂 "Mei, lu mau nonton Kahitna gak?", seorang teman di masa kuliah tiba-tiba mengirim pesan singkat beberapa minggu sebelum hari-H. "Wah, kapan di mana?", tanyaku. "Di SCBD Sudirman. Ini acaranya Global TV. Gue kebagian tiket gratis, cuma gue ga begitu suka Kahitna. Terus gue inget elu." Sungguh sebuah berkat tak terduga. Temanku itu kebetulan memang bekerja di stasi...
Photo by Jessica Christian on Unsplash (Tulisan ini telah tayang pertama kali di situs WARUNGSATEKAMU.ORG dan telah melewati proses penyuntingan oleh tim editorial) --- Aku lahir bukan sebagai orang Kristen, setidaknya sampai aku berusia 6 tahun ketika ayahku menanyakan apakah aku bersedia mengikuti kepercayaannya. Di masa-masa setelahnya, sangat sulit untuk beradaptasi dengan identitas baruku itu karena budaya serta lingkungan sosial seakan-akan mencap aku 'berbeda'. Beberapa konflik terjadi karena 'perubahan' ini, hingga akhirnya aku menyimpulkan bahwa diriku tidak berharga. Aku ditolak dan aku pantas untuk ditolak. Pemikiran akan identitas tersebut ternyata sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan kehidupanku sehari-hari. Aku jadi serba takut untuk melakukan sesuatu karena takut salah, takut ditolak, takut orang membenciku karena aku melakukan ini dan itu, dan segala jenis takut lainnya terus menghantuiku sepanjang masa kecil hingga remaja. Aku tumbuh ...
Photo by Jude Beck on Unsplash (Kalau cuma pengen julit atau nyinyir, mending enggak usah dibaca daripada nambah dosa sendiri ya, Friendtizen 😎) *** Kamis, 13 September 2018 Jam 00:51 menurut jam di laptop gue. Ngapain mbaknya jam segini masih melek? Barusan abis nge-schedule postingan Facebook untuk keperluan pekerjaan kantor. Besok pagi kerja jam berapa? Jam 7 pagi. Ebuset, enggak teler jam segini belom tidur? ..... *** Di jam 00:53 ini entah kenapa pengen aja 'nyampah' di blog sendiri (ya baguslah ya, daripada nyampah di blog orang atau yang lebih parah di blog perusahaan 😂). Sambil ditemenin lagu 'Sunny Summer' dari GFRIEND dan beberapa lagu lainnya yang ada di playlist, malam ini gue memikirkan beberapa hal yang cukup menyita perhatian dan waktu. Ini enggak tahu guenya lagi kecapekan aja, atau karena memang sedang mengalami fase ketidaknyamanan (lagi). Enggak tahu juga. Terus pas lagi denger lagu-lagu di playlist komputer, ba...
"Tuhan selalu hadir untuk kita, Tuhan selalu menolong kita. Meskipun tentu cara-Nya tidak selalu sama seperti yang kita mau." Kata-kata dalam doa yang di- mention sama pak pendeta ini bikin gue tiba-tiba berlinang air mata. Gak biasanya gue berdoa pas ibadah Minggu di gereja sampe nangis; tapi kali ini denger 2 kalimat itu langsung basah pipi gue. Why? "...tentu cara-Nya tidak selalu sama seperti yang kita mau." Lebih mudah percaya kalau Tuhan pasti akan menolong kita, tapi butuh bergumul dan merenung kembali (bagi gue pribadi) untuk percaya bahwa jenis pertolongan Tuhan gak sama dengan ekspektasi/harapan gue. --- Lately gue lagi belajar lagi tentang memasang ekspektasi. Dari tahun ke tahun gue sering dapet pelajaran berharga terkait ekspektasi pribadi terhadap berbagai hal. Seringkali, ekspektasi ini membuat gue jadinya membuat 'skenario hidup' sendiri yang menurut gue itu terbaik buat gue. Sampai pada tahap yang lebih ngotot ya gue jadi ngerasa "renc...
Photo by Joshua Reddekopp on Unsplash Enggak ada yang nanyain kabar aku. Enggak ada yang peduli sama keadaanku sekarang. Enggak ada yang secara aktif inisiatif nanyain kondisiku lagi gimana saat ini. --- Self-pity. Mengasihani diri. Mungkin itulah kondisi hatiku yang sebenarnya sedang terjadi saat ini. Aku juga lagi gak paham sih, ada apa ya sama diriku dalam beberapa waktu terakhir ini? Rasanya lebih bad mood, males ngerjain hal yang produktif, lebih suka tidur-tiduran sampe ketiduran beneran, main game , lebih suka makan dan ngemil yang banyak tanpa peduli sama kondisi fisik yang gak banyak gerak, gitu-gitu deh. Padahal jika dibandingkan dengan beberapa waktu sebelumnya, aku ngerasa on fire sekali ngerjain banyak hal. Mulai dari nulis artikel untuk sebuah media anak muda Kristen, bikin konten buat blog dan Instagram, bikin ide-ide strategi marketing buat kerjaan kantor, ngubungin orang-orang untuk nanya kabar mereka apakah mereka b...
Photo by Lidya Nada on Unsplash (Tulisan ini tayang pertama kali di Instagram Story @atnisirc pada rubrik highlight 'Story Series') --- Ulang tahun. Tahun yang berulang(?) Sebuah pengulangan dari tahun(?) Orang Indonesia sering bilangnya: 'pertambahan usia'. Kalo di bahasa Inggris istilahnya: BIRTHDAY. Birth = kelahiran Day = hari Birthday = hari kelahiran. Lha emang bisa hari kelahiran diulang-ulang? Sebenarnya ulang tahun tuh apa sih? Perayaan? Atau cuma budaya? Atau jangan-jangan cuma dongeng buatan rangorang kreatip? --- Dapet kado yang banyak. Ngerayain pesta pake baju yang bagus. Dihadiri sejumlah orang-orang pilihan yang disayangi disenangi. Bersenang-senang, itu intinya. Sebuah harapan dan keinginan dari seorang perempuan yang minderan, rendah diri, temennya dikit, dan kadang ngerasa gak berguna ada di dunia ini. Sebuah harapan dan keinginan yang terpendam at least sampai dia berusia 17 tahun. --- Photo by M...
Photo by Michael Dziedzic on Unsplash "Kau kuatkan aku bertahan Kau harapan dalam kesesakan Kau buktikan kesetiaan-Mu, Tuhan Engkau Allah Imanuel." --- Ketika lagu ini bukan lagi tentang gue menggumulkan seorang teman pria yang gue kasihi-- nope, it's over by His grace -- tapi sekarang tentang gue tengah bergumul menghadapi pelayanan di sebuah persekutuan; bagaimana gue belajar sedikit-sedikit membuka hati dan diri lagi untuk terlibat di sana. Tuhan begitu mengasihi mereka semua. Tuhan begitu mengasihi gue. Lalu siapa gue yang dengan sombongnya enggak mau mengasihi mereka? Lord, but...this is too difficult for me to do... Rasanya ingin mengatakan hal yang sama dengan nabi Musa ribuan tahun yang lalu: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan..." Atau dengan konteks jaman sekarang bahasanya lebih kayak: "Harus aku? Bisakah jika orang lain saja?" --- Setelah banyak hal yang gue alami dan pelajari selama musim pandemi COVID-19 ini, setelah gue belajar me...
Beberapa bulan lalu gue ngumpul sama temen-temen untuk merayakan ulang tahun mereka di bulan Maret. Singkat cerita, kami dinner bareng sambil ngobrol. Berteman dan bertumbuh bareng orang-orang yang pernah kerjasama bareng sedari lama, yang tau bagus jeleknya kita, yang bahkan tau sampe kelam-kelamnya background dan past events kita, membuat kami kalo ketemu udah pasti 'ritual'-nya makan sambil deep talk . Berbagi update kehidupan masing-masing secara jujur dan menceritakan betapa lucu dan 'wkwkwk'-nya hidup ini. The 'wkwkwk-lyfe' (paansi 😂). Tibalah pada satu sesi di mana salah satu teman bertanya: "Apa yang mau lo lakukan sebelum umur 30?" Pas banget waktu itu gue duluan yang disuruh jawab. Siaul emang, padahal saat itu gue masih 28. Mereka noh yang udah 29 duluan 😂. Terus gue jawabnya waktu itu gini: "Mmmm...jujur sih ya gue gak punya planning yang gimana-gimana. Apalagi spesifik gitu "sebelum 30". Gue tipikal orang yang berusaha men...
Comments
Post a Comment
Thank you for your comment! :D